Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar Tangkap Terduga Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual di Barru

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, FAKTAMERAH.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Makassar mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diduga disertai penganiayaan terhadap seorang mahasiswi berinisial A.N. (21).

Seorang pria berinisial P.R. berhasil diamankan di Kabupaten Barru dan saat ini menjalani proses penyidikan.
Kasus tersebut ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/176/VI/2026/RESPEL MKS/POLDA SULSEL tertanggal 29 Juni 2026. Peristiwa yang dilaporkan diduga terjadi pada 23 Juni 2026 sekitar pukul 22.00 Wita di sebuah hotel di Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar AKP Setiawan mengatakan, setelah menerima laporan, penyidik langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) serta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sesuai prosedur hukum.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh, tim berhasil mengamankan terduga pelaku di Kabupaten Barru. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Setiawan.

Berawal dari Pertengkaran
Dari hasil penyidikan sementara, peristiwa bermula saat terduga pelaku yang diketahui memiliki hubungan asmara dengan korban menjemput korban di rumahnya setelah meminta izin kepada orang tua korban.

Dalam perjalanan, terduga pelaku diduga mengetahui adanya percakapan korban dengan seorang pria lain melalui telepon genggam korban. Hal tersebut diduga memicu pertengkaran karena rasa cemburu.
Korban kemudian dibawa ke sebuah hotel di kawasan Jalan Buru. Saat berada di lobi hotel, diduga sempat terjadi penganiayaan yang dilerai oleh petugas resepsionis.

Penyidik menduga korban selanjutnya dipaksa masuk ke dalam kamar hotel dan dipaksa melakukan hubungan seksual meski korban menolak. Polisi juga menduga terduga pelaku merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam milik korban, kemudian mengirimkan rekaman itu kepada orang tua korban dan seorang pria yang sebelumnya berkomunikasi dengan korban.

Baca Juga:  Ketua Umum KJNI: Penanganan Perkara yang Menjadi Sorotan Publik Harus Junjung Independensi

Merasa menjadi korban tindak pidana, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pelabuhan Makassar.

Ditangkap di Barru

Berdasarkan hasil penyelidikan, Unit Resmob Satreskrim memperoleh informasi keberadaan terduga pelaku di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 19.00 Wita, tim bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan P.R. tanpa perlawanan.
Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita satu unit telepon genggam merek Infinix warna abu-abu yang diduga berkaitan dengan perkara. Penyidik juga mengamankan barang bukti lain berupa hasil visum Rumah Sakit Bhayangkara, satu unit flashdisk berisi rekaman video, satu unit telepon genggam, serta pakaian milik korban.

Ancaman Hukuman

AKP Setiawan menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang tersedia.

“Kami berkomitmen menangani setiap laporan tindak pidana, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan, secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Atas dugaan perbuatannya, P.R. dipersangkakan melanggar Pasal 14 huruf b Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juncto Pasal 466 ayat (1) subsider Pasal 473 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Catatan Redaksi: Terduga pelaku masih berstatus sebagai pihak yang disangka melakukan tindak pidana. Proses hukum berlangsung dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

(Kris Sunarya)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB