UPK Kota Tua Klarifikasi Isu Bangunan Terlantar, Tegaskan Terkendala Proses Hukum Aset

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |FAKTAMERAH.COM –  Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media massa yang menyoroti kondisi bangunan di kawasan Kota Tua yang dinilai terbengkalai serta mempertanyakan kewenangan pengelolaan aset di wilayah tersebut.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya pernyataan narasumber dalam pemberitaan yang menyebutkan bahwa pengawasan kawasan berada di bawah UPK Kota Tua, namun dengan kewenangan terbatas karena fungsi pariwisata dan kebudayaan berada pada unit yang berbeda.

Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, menegaskan bahwa kondisi bangunan yang disorot dalam pemberitaan tersebut bukan merupakan bentuk pembiaran oleh pemerintah daerah. Ia menjelaskan, sejumlah bangunan dan lahan di kawasan Kota Tua saat ini masih terikat proses hukum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Denny, dasar hukum yang dimaksud adalah Putusan Mahkamah Agung Nomor 2583 K/Pdt/2013 antara Negara Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melawan PT Tunas Dipta Persada. Putusan tersebut berkaitan dengan sengketa pemutusan kontrak pemanfaatan lahan yang dikuasai oleh pemerintah.

“Putusan Mahkamah Agung ini berdampak langsung terhadap status penguasaan dan pengelolaan aset, termasuk bangunan bersejarah yang berada di kawasan Kota Tua,” ujar Denny saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).

Baca Juga:  AWII Minta Kejagung Tegaskan, Audit Dugaan Keterlibatan Oknum Kejaksaan di Proyek Pemkot Tangsel

Ia menjelaskan, kondisi fisik bangunan saat ini tidak dapat dilepaskan dari proses pengambilalihan aset serta penataan ulang pasca sengketa hukum tersebut. Selama proses hukum dan administrasi pengelolaan aset daerah masih berjalan, kewenangan UPK Kota Tua dalam melakukan penataan fisik maupun pemanfaatan bangunan menjadi sangat terbatas.

“Bangunan-bangunan tersebut belum dapat dilakukan intervensi fisik atau dimanfaatkan lebih lanjut sampai seluruh proses hukum dan tahapan administrasi pengelolaan aset daerah selesai,” katanya.

Denny menambahkan, pembatasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap langkah yang diambil pemerintah tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia juga menyampaikan bahwa penataan dan pemanfaatan kawasan Kota Tua ke depan tetap menjadi bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

“Kondisi bangunan yang saat ini terlihat belum tertangani bukan merupakan bentuk pembiaran, melainkan konsekuensi dari proses hukum yang harus dihormati dan dijalankan hingga tuntas,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Sopi irawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot
DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar
Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan
PDAM Kota Tangerang Sambangi Kantor GWI, Bahas Keterbukaan Informasi Publik
Warga Gondrong Keluhkan Aktivitas PT Gamen di Tengah Permukiman, Bang Zeck Desak Pemkot Tangerang
Gedung Rakyat, Proyek Diatur? AWII Bawa Bukti ke Pidsus Kejari Kabupaten Tangerang
Rp50 Miliar untuk Atlet, Agus Sapto: Kok Mobil Mewah dan Renovasi yang Muncul?
Pramono Anung Apresiasi Pers, Sebut Media Punya Peran Penting Mengawal Pembangunan Jakarta
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:55 WIB

GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:42 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:53 WIB

PDAM Kota Tangerang Sambangi Kantor GWI, Bahas Keterbukaan Informasi Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Warga Gondrong Keluhkan Aktivitas PT Gamen di Tengah Permukiman, Bang Zeck Desak Pemkot Tangerang

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB