Diduga Langgar PBG, Rumah Kos Enam Lantai di Petojo Terancam Dicabut usai Irbanko Turun Tangan

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Inspektorat Pembantu Kota (Irbanko) Jakarta Pusat akan memanggil jajaran Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat untuk meminta penjelasan terkait penanganan dugaan pelanggaran Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada sebuah rumah kos enam lantai di Jalan PHB Petojo Selatan, RW 05, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap proses penegakan aturan perizinan bangunan. Irbanko ingin memastikan seluruh tindakan yang telah diambil aparat teknis telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk penerapan sanksi terhadap bangunan yang diduga melanggar izin pembangunan.

Irbanko juga akan meminta penjelasan mengenai dugaan masih berlangsungnya aktivitas pembangunan meskipun bangunan tersebut sebelumnya telah dikenai tindakan penggembokan. Selain itu, aspek penegakan sanksi administratif maupun pidana sesuai regulasi PBG akan menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pihak Irbanko menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya ketidaksesuaian antara pembangunan di lapangan dengan PBG yang telah diterbitkan, maka pencabutan izin bangunan menjadi salah satu opsi yang dapat ditempuh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kasus ini mencuat setelah bangunan rumah kos enam lantai tersebut diduga melanggar ketentuan mengenai batas jarak bebas bangunan serta intensitas ketinggian yang diizinkan. Sebelumnya, Sudin CKTRP Jakarta Pusat telah memberikan sanksi berupa penyegelan hingga penggembokan karena pemilik diduga tetap melanjutkan pembangunan meski telah diberikan tindakan administratif.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, pelanggaran terhadap Persetujuan Bangunan Gedung dapat dikenai sanksi bertahap, mulai dari peringatan tertulis, pembatasan kegiatan pembangunan, hingga pencabutan PBG apabila pelanggaran terbukti dan tidak dipatuhi.

(Ramdani)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Gibran, Advokat Hendrikus Jelahu: Pemakzulan Tak Bisa Otomatis
Praperadilan Ida di PN Depok Masuki Babak Akhir, Kuasa Hukum Soroti Bukti Penetapan Tersangka
Ketua LSM KPK PBD Soroti Dugaan Sengketa Tanah Adat di Proyek Dermaga Folley Senilai Rp186 Miliar
PJS Papua Barat Daya Desak KPK Cermati Dugaan Kejanggalan Pengurusan Dana Pensiun PNS di Sorong
Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:21 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran, Advokat Hendrikus Jelahu: Pemakzulan Tak Bisa Otomatis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Praperadilan Ida di PN Depok Masuki Babak Akhir, Kuasa Hukum Soroti Bukti Penetapan Tersangka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Ketua LSM KPK PBD Soroti Dugaan Sengketa Tanah Adat di Proyek Dermaga Folley Senilai Rp186 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:18 WIB

PJS Papua Barat Daya Desak KPK Cermati Dugaan Kejanggalan Pengurusan Dana Pensiun PNS di Sorong

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Berita Terbaru