Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden Instruksikan Daerah dan Libatkan Swasta dalam Perbaikan Jalan

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU BARA, FAKTAMERAH.COM — Pakar hukum pidana internasional, Profesor Sutan Nasomal, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menginstruksikan para menteri, gubernur, bupati, dan wali kota agar lebih aktif dalam merawat serta membangun infrastruktur jalan di daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Sutan Nasomal saat menanggapi pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi dengan melibatkan sektor swasta, khususnya perusahaan yang beroperasi di jalur distribusi seperti pertambangan, industri, dan perkebunan.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perusahaan yang memanfaatkan akses jalan, seperti sektor tambang, industri, dan perkebunan, seharusnya ikut bertanggung jawab melalui partisipasi swadaya atau gotong royong dalam perawatan jalan,” ujarnya.

Kondisi Jalan Rusak di Batu Bara

Pernyataan tersebut merespons kondisi jalan di Jalan Ahmad Saleh, Desa Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan keterangan warga, jalan tersebut rusak diduga akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari. Kerusakan semakin parah saat hujan karena jalan berubah menjadi berlumpur dan sulit dilalui.

“Setiap hari truk besar lewat dengan muatan berat. Jalan kami jadi rusak seperti ini, tapi belum ada perbaikan,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga:  Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8%, GoTo dan Grab Indonesia Tegaskan Patuh Aturan

Dampak bagi Warga

Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Warga mengaku kesulitan beraktivitas, terutama saat musim hujan karena jalan berubah menjadi kubangan.

Selain itu, warga juga menyoroti minimnya pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di wilayah tersebut.

Sorotan terhadap Dugaan Aktivitas Usaha

Warga juga mempertanyakan keberadaan sebuah bangunan yang diduga sebagai pabrik es di sekitar lokasi. Bangunan tersebut terlihat aktif, namun tidak memiliki papan nama resmi.

Di area tersebut hanya terdapat tulisan “Dilarang Masuk KUHP 551”, sehingga memunculkan pertanyaan terkait legalitas usaha dan izin operasionalnya.

“Kalau memang itu pabrik, kenapa tidak ada papan nama? Kami jadi bertanya-tanya soal izinnya,” kata warga lainnya.

Desakan kepada Pemerintah Daerah

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan, termasuk menelusuri penyebab kerusakan jalan serta memastikan legalitas usaha di sekitar lokasi.

Profesor Sutan Nasomal menegaskan, jika terbukti ada pihak yang menyebabkan kerusakan jalan, maka dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai peraturan perundang-undangan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan agar tidak terjadi pembiaran yang merugikan masyarakat.

“Penanganan harus dilakukan secara tegas dan adil agar ada kepastian hukum serta perlindungan bagi masyarakat,” tegasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027
Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten Rp23,9 Miliar, Ini Lingkup Pekerjaannya.
Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa
Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi
Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka
Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten Rp23,9 Miliar, Ini Lingkup Pekerjaannya.

Selasa, 29 September 2026 - 07:03 WIB

Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa

Jumat, 25 September 2026 - 23:14 WIB

Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB