Aktivis KPKB Desak Kejari Kabupaten Bogor Transparan, Penanganan Dugaan Korupsi RSUD Parung Dipertanyakan

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, FAKTAMERAH.COM – Penanganan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan RSUD Parung kembali menjadi sorotan publik. Hingga kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor dinilai belum memberikan penjelasan yang memadai terkait perkembangan proses hukum perkara tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Bogor, Andi Zulkanain, melalui aplikasi WhatsApp. Sejumlah pertanyaan mengenai status penanganan perkara telah disampaikan.

Namun, respons yang diberikan hanya singkat, “Siap, terima kasih informasinya bang.” Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lanjutan mengenai tahapan proses hukum yang sedang berjalan.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perhatian publik juga tertuju pada informasi mengenai dugaan kerugian keuangan negara. Berdasarkan informasi yang beredar dan menjadi perhatian masyarakat, dari nilai sekitar Rp9,1 miliar yang dipersoalkan, baru sekitar Rp1,147 miliar yang disebut telah dikembalikan ke kas negara.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tindak lanjut terhadap sisa sekitar Rp7,95 miliar, apakah masih dalam proses penyelidikan, penyidikan, penagihan, atau terdapat mekanisme hukum lain yang sedang ditempuh aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Fakta Dugaan Begal di Cilopang Garut, Laporan Ternyata Palsu

Aktivis Komite Pencegahan Korupsi Bogor (KPKB), Zefferi, mengkritik lambannya informasi yang disampaikan Kejari Kabupaten Bogor dan meminta institusi tersebut lebih terbuka kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Yang kami harapkan adalah keterbukaan informasi. Jika memang masih berproses, sampaikan kepada publik. Jika ada perkembangan hukum, jelaskan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana tindak lanjut terhadap sisa potensi kerugian negara tersebut,” tegas Zefferi.

Menurutnya, transparansi merupakan bagian penting dari akuntabilitas penegakan hukum. Keterbukaan informasi dinilai mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap dugaan kerugian negara ditangani secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kejari Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara maupun status pengembalian sisa potensi kerugian negara tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan resmi dari Kejari Kabupaten Bogor apabila telah diterima, sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

(Levi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB