Diduga Transaksi Obat Keras Golongan G Berkedok Toko Kelontong Kembali Marak di Ciracas, APH Diminta Jangan Tutup Mata

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Timur, FaktaMerah.com – Keresahan warga Ciracas kembali memuncak. Dugaan praktik penjualan obat keras golongan G tanpa izin disebut-sebut kembali beroperasi di kawasan Jalan Raya Bogor No. 26, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Aktivitas yang diduga berlangsung secara terselubung itu membuat masyarakat khawatir karena diduga menyasar kalangan remaja dan pelajar, Sabtu (11/7/2026).

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sebuah toko yang tampak seperti toko kelontong diduga menjadi tempat transaksi obat keras. Modus yang disebut warga dilakukan secara cepat dan tertutup agar tidak menarik perhatian.

Saat dikonfirmasi, seorang pria yang identitasnya disamarkan dengan nama Agam mengaku transaksi dilakukan di depan toko, sementara barang yang diduga berupa obat keras diambil dari dalam jok sepeda motor sebelum diserahkan kepada pembeli. Keterangan tersebut masih merupakan pengakuan narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga memerlukan penyelidikan aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, warga mengaku aktivitas serupa bukan kali pertama terjadi. Mereka berharap aparat segera turun tangan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

“Kami khawatir kalau dibiarkan terus, generasi muda yang jadi korban. Jangan sampai baru bergerak setelah ada korban jiwa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Diduga Menyasar Remaja

Baca Juga:  Diduga Jual Obat Keras Tramadol Berkedok Toko Kosmetik, Warga Jelambar Timur Resah dan Minta Aparat Bertindak Tegas

Obat keras golongan G hanya boleh diperoleh menggunakan resep dokter dan berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaannya dapat menimbulkan ketergantungan, gangguan kejiwaan, kerusakan organ tubuh, hingga risiko kematian.

Warga mengaku sering melihat anak-anak muda datang silih berganti ke lokasi hanya dalam hitungan menit sebelum kembali pergi. Dugaan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa peredaran obat keras semakin mudah diakses oleh kalangan pelajar.

Masyarakat Minta APH Bertindak Tegas

Masyarakat mendesak Polsek Ciracas, Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, BPOM RI, dan Dinas Kesehatan segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas tersebut. Penindakan dinilai harus menyasar hingga jaringan pemasok apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Selain penegakan hukum, warga juga meminta pengawasan rutin terhadap toko-toko yang diduga menjual obat keras tanpa izin agar praktik serupa tidak terus berulang.

Jangan Biarkan Ciracas Menjadi Zona Merah

Peredaran obat keras tanpa izin bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredarannya.

Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran obat keras diimbau segera melaporkan kepada kepolisian atau BPOM dengan menyertakan informasi yang akurat agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

(Amri)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB