Dugaan LPG 3 Kg Dipakai di Lokasi Tambang Pasir Lebak, CV HK Jaya Utama Disorot

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK, FAKTAMERAH.COM – Aktivitas pertambangan pasir yang disebut dilakukan CV HK Jaya Utama di wilayah Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah beredar foto dan video yang diduga memperlihatkan penggunaan LPG tabung 3 kilogram dalam aktivitas mekanik dan pengelasan di sekitar lokasi tambang.

Materi foto dan video tersebut diterima redaksi dan beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak sebuah tabung LPG 3 kilogram berwarna hijau berada di sekitar aktivitas pengelasan, sementara di lokasi yang sama terlihat alat berat jenis excavator yang disebut digunakan untuk kegiatan pertambangan pasir.

Redaksi belum dapat memastikan secara independen apakah LPG tersebut benar digunakan untuk kepentingan operasional CV HK Jaya Utama dan dari mana LPG tersebut diperoleh. Karena itu, penggunaan istilah “dugaan” tetap dikedepankan sampai terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan juga disampaikan aktivis Ormas Badak Banten, Muh Syam As, S.Pd. Ia meminta aparat dan instansi terkait melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi penggunaan energi bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan.

“Penggunaan BBM dan LPG bersubsidi oleh badan usaha perlu diperiksa apabila memang digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Kami berharap aparat dapat melakukan pengecekan secara objektif,” ujar Muh Syam.

Ketentuan LPG 3 Kg

Penggunaan LPG tabung 3 kilogram memang memiliki ketentuan peruntukan. Perpres Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kilogram, yang kemudian diubah melalui Perpres Nomor 70 Tahun 2021, mengatur LPG 3 kilogram antara lain untuk rumah tangga dan usaha mikro.

Sementara itu, ketentuan pidana mengenai penyalahgunaan BBM dan bahan bakar gas bersubsidi juga terdapat dalam Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah mengalami perubahan melalui ketentuan perundang-undangan terkait.

Setelah perubahan tersebut, ketentuan Pasal 55 mencakup penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM, bahan bakar gas, dan/atau LPG yang disubsidi dan/atau penyediaan serta pendistribusiannya diberikan penugasan pemerintah. Ancaman pidananya paling lama enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Namun, penerapan pasal pidana terhadap suatu badan usaha atau individu tetap membutuhkan pembuktian mengenai perbuatan, unsur pidana, serta keterkaitan pihak yang bertanggung jawab. Dengan demikian, keberadaan LPG 3 kilogram di lokasi usaha tidak dengan sendirinya membuktikan telah terjadi tindak pidana.

Baca Juga:  Terjang Medan Berat ke Ujung Selatan Lebak, Danrem 064/MY: "Jarak Jauh Bukan Alasan Longgarkan Disiplin

Dugaan Persoalan Legalitas Tambang

Selain persoalan penggunaan energi bersubsidi, muncul pula informasi mengenai dugaan persoalan administrasi atau legalitas kegiatan usaha CV HK Jaya Utama.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan adanya dugaan perubahan kepemilikan atau pengalihan nama perusahaan yang belum sepenuhnya tercatat dalam dokumen administrasi. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Karena itu, diperlukan pengecekan terhadap dokumen legalitas perusahaan, perizinan kegiatan pertambangan, serta dokumen lain yang berkaitan dengan operasional tambang.

Redaksi tidak menyimpulkan bahwa CV HK Jaya Utama telah melakukan pelanggaran hukum. Dugaan tersebut perlu diklarifikasi dan diverifikasi melalui instansi yang memiliki kewenangan.

Aktivis Minta Aparat Lakukan Pemeriksaan

Pengurus aktivis Ormas GAIB 212 juga meminta aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan LPG maupun BBM bersubsidi.

“Kami berharap ada tindakan nyata dari aparat apabila memang ditemukan pelanggaran. Jangan sampai hak masyarakat yang membutuhkan subsidi justru digunakan untuk kepentingan yang tidak sesuai peruntukan,” ujarnya.

Permintaan tersebut menjadi penting untuk memastikan penggunaan energi bersubsidi sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

CV HK Jaya Utama Belum Memberikan Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak CV HK Jaya Utama maupun pemilik yang disebut berinisial AP terkait dugaan penggunaan LPG 3 kilogram tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun hingga artikel ini ditayangkan belum diperoleh tanggapan.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV HK Jaya Utama maupun pihak-pihak terkait apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang dinilai tidak sesuai dengan fakta.

Selanjutnya, Cendrawasihpost.id akan berupaya meminta keterangan dari instansi terkait mengenai penggunaan LPG 3 kilogram, legalitas kegiatan pertambangan, serta aspek perizinan CV HK Jaya Utama di wilayah Cileles, Kabupaten Lebak.

(Surajaya/Tim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Bogor Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Villa Puncak, Isu Rp3 Miliar Muncul
Polda Banten Tegaskan Penyidikan Berbasis Alat Bukti, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Pemberitaan Kasus Rehabilitasi Dipersoalkan, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Beri Klarifikasi
Polsek Tambora Kembalikan Enam Motor Hasil Pengungkapan Kasus kepada Pemilik Sah
Polisi Ungkap Dugaan Motif Pembunuhan Mutilasi di Depok, Harta Korban Diduga Jadi Sasaran
Terlacak Rekaman CCTV, Terduga Pencuri Motor Inventaris Bengkel Dibekuk Polisi di Pandeglang
Ditres Siber Polda Jabar Amankan Dua Tersangka Dugaan Penyebaran Konten Provokatif di Threads
Terungkap dari Ruang Terkunci, Polisi Selidiki Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Dugaan LPG 3 Kg Dipakai di Lokasi Tambang Pasir Lebak, CV HK Jaya Utama Disorot

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Polres Bogor Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Villa Puncak, Isu Rp3 Miliar Muncul

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Polda Banten Tegaskan Penyidikan Berbasis Alat Bukti, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pemberitaan Kasus Rehabilitasi Dipersoalkan, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Beri Klarifikasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Polsek Tambora Kembalikan Enam Motor Hasil Pengungkapan Kasus kepada Pemilik Sah

Berita Terbaru