PASAR SARASWATI / PASAR ANUGRAH ‘TERKEPUNG’ SAMPAH, BAU MENYENGAT PICU KELUHAN WARGA DAN PEDAGANG

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Tangerang, FAKTAMERAH.COM –
Pemandangan memprihatinkan tersaji di Pasar Saraswati atau Pasar Anugrah. Area yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga justru dipenuhi tumpukan sampah yang menggunung. Aroma menyengat tercium kuat sejak memasuki kawasan pasar, mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

Pantauan di lokasi pada Kamis (19/2/2026) menunjukkan sampah menumpuk hingga ke badan jalan. Limbah organik seperti sisa sayuran dan kulit kelapa bercampur dengan sampah plastik serta genangan air kotor. Cairan limbah terlihat mengalir ke permukaan jalan, menyebabkan kondisi becek dan berpotensi merusak infrastruktur pasar.

Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka menilai penanganan sampah di pasar belum berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah sering seperti ini. Sampah jarang diangkut, akhirnya menumpuk berhari-hari. Bau menyengat sekali dan mengganggu aktivitas,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keluhan juga datang dari pedagang. Mereka menyatakan rutin membayar iuran kebersihan, namun mempertanyakan efektivitas pengangkutan sampah.

Baca Juga:  Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian, Generasi Merdeka Bagikan Masker di Cilegon

“Kami bayar iuran setiap bulan. Tapi kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, pembeli jadi enggan datang. Kami yang dirugikan,” kata salah satu pedagang.

Selain berdampak pada kenyamanan, kondisi ini juga dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan akibat paparan limbah dan lingkungan yang tidak higienis. Aktivitas jual beli pun terancam menurun jika situasi tidak segera dibenahi.

Para pedagang dan warga berharap instansi terkait, termasuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, segera melakukan evaluasi serta memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dan terjadwal. Mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap sistem pengelolaan kebersihan pasar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab penumpukan sampah tersebut.

Warga berharap langkah cepat dan konkret segera dilakukan agar Pasar Saraswati kembali bersih, sehat, dan layak menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda, Tim SAR 425 Personel Terus Melakukan Pencarian
Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1
Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik
Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla
668 Warga Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat
Panjat Pinang Meriahkan Penutupan HUT RI ke-81 di Lubang Buaya Jakarta Timur
Rumah Nenek Narpah di Lebak Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Minta Bantuan Pemerintah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:31 WIB

Lima Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda, Tim SAR 425 Personel Terus Melakukan Pencarian

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1

Rabu, 9 September 2026 - 06:05 WIB

Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan

Minggu, 6 September 2026 - 08:43 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik

Sabtu, 5 September 2026 - 09:33 WIB

Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru