Peredaran Obat Daftar G Diduga Bebas Beroperasi di Cengkareng, Polsek Cengkareng Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Barat, FAKTAMERAH.COM – Peredaran obat keras golongan daftar G diduga semakin marak dan bebas diperjualbelikan di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Hasil penelusuran tim wartawan Informasi Aktual menemukan sejumlah kios dan toko berkedok toko kosmetik serta warung kecil yang diduga menjual obat keras tanpa resep dokter.salasatunya dikawasan jalan plamboyan, rw08,kelurahan cengkareng barat, kecamatan cengkareng

Dalam investigasi yang dilakukan selama beberapa hari, wartawan menemukan beberapa jenis obat keras seperti Tramadol, Hexymer, dan Trihexyphenidyl diduga dijual secara bebas kepada pembeli tanpa pemeriksaan atau resep dari tenaga medis. Padahal obat-obatan tersebut termasuk kategori obat daftar G yang seharusnya hanya dapat diperoleh melalui apotek resmi dengan resep dokter. Sabtu, 14/03/26

Modus penjualan yang ditemukan di lapangan cukup beragam. Sebagian penjual menaruh obat di dalam etalase tertutup, sementara transaksi dilakukan secara langsung kepada pembeli yang sudah mengetahui “kode” obat yang dimaksud. Bahkan, beberapa lokasi diduga tetap beroperasi hingga larut malam.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga sekitar mengaku sudah lama mengetahui praktik tersebut. Namun hingga kini aktivitas penjualan obat keras itu masih terlihat berjalan tanpa hambatan.

“Sudah lama jualan begitu. Anak-anak muda sering datang beli. Kadang malam juga masih buka,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Temuan ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap peredaran obat keras di wilayah tersebut. Wartawan Informasi Aktual kemudian mencoba meminta klarifikasi kepada pihak Polsek Cengkareng mengenai maraknya penjualan obat daftar G tersebut.

Baca Juga:  FBAN Laporkan Maraknya Tramadol Ilegal di Subang, Desak Polisi Bertindak Tegas

Namun saat dikonfirmasi, pihak kepolisian setempat diduga memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan jelas atas pertanyaan yang diajukan wartawan terkait adanya dugaan peredaran obat keras secara ilegal di wilayah hukum mereka.

Sikap diam aparat tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, peredaran obat keras tanpa izin dapat melanggar ketentuan hukum terkait distribusi farmasi dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama generasi muda yang rentan menyalahgunakan obat tersebut untuk efek halusinasi atau mabuk.

Pengamat sosial yang enggan disebutkan namanya menilai, jika praktik penjualan obat daftar G terus dibiarkan, maka wilayah perkotaan seperti Cengkareng berpotensi menjadi titik rawan penyalahgunaan obat-obatan farmasi.

“Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, tapi bisa berdampak pada kesehatan dan keamanan masyarakat. Harus ada tindakan tegas,” ujarnya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, bersama Dinas Kesehatan, BPOM, serta pihak kepolisian, segera melakukan penelusuran dan penindakan terhadap toko atau kios yang diduga menjual obat keras secara ilegal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Cengkareng belum memberikan keterangan resmi terkait temuan investigasi wartawan mengenai maraknya penjualan obat daftar G di wilayah tersebut.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB