Ditetapkan Tersangka KPK, Bupati Pati Bantah Terlibat Pemerasan Pengisian Perangkat Desa

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Faktamerah.com – Bupati Pati, Sudewo, mengaku dirinya dikorbankan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa. Sudewo menegaskan tidak mengetahui adanya permintaan uang kepada para calon perangkat desa.

“Saya menganggap saya ini dikorbankan. Saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali,” kata Sudewo kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Sudewo menjelaskan bahwa rencana pengisian perangkat desa sejatinya baru akan dilaksanakan pada Juli 2026. Hal itu, menurutnya, disesuaikan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun 2026 yang hanya memungkinkan pembayaran gaji melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) selama empat bulan, terhitung mulai September.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“APBD 2026 hanya mampu mengakomodasi gaji atau tunjangan perangkat desa selama empat bulan, yakni mulai September,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Pijat Tradisional Sri Lestari Dipertanyakan Masyarakat, Disebut Buka 24 Jam

Ia juga menegaskan belum pernah membahas pengisian perangkat desa, baik secara formal maupun informal, dengan pihak manapun. Termasuk kepada kepala desa, camat, maupun organisasi perangkat daerah (OPD).

“Saya tidak pernah membahas pengisian perangkat desa dengan siapapun, baik secara formal maupun informal,” tegasnya.

Terkait adanya rumor praktik transaksional dalam pengisian perangkat desa, Sudewo mengaku sempat melakukan klarifikasi terhadap salah satu kepala desa yang disebut-sebut terlibat.
“Ada satu orang yang disebut-sebut demikian. Saya sudah klarifikasi, dan yang bersangkutan menyatakan tidak melakukan,” ungkap Sudewo.

Ia menambahkan, klarifikasi tersebut dilakukan sebagai bentuk penegasan agar proses seleksi perangkat desa ke depan dapat berjalan secara adil dan objektif.

“Sebagai penegasan bahwa saat seleksi nantinya betul-betul fair dan objektif, tidak ada celah untuk bermain,” pungkasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda
Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Berita Terbaru