Jakarta, FaktaMerah.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyeret seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan sejumlah unsur untuk memastikan penanganan perkara berlangsung secara profesional, objektif, dan transparan.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai dugaan permintaan uang kepada pengelola Rumah Belajar Merah Putih di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi yang beredar, oknum petugas diduga mendatangi lokasi dengan alasan melakukan pengecekan legalitas kegiatan, sebelum akhirnya meminta sejumlah uang kepada pengelola.
Pihak Satpol PP DKI Jakarta menegaskan bahwa penanganan kasus kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan tim pemeriksa tingkat provinsi. Tim tersebut terdiri dari unsur internal Satpol PP, Inspektorat, Badan Kepegawaian, serta instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan memberikan tindakan tegas apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan wewenang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga integritas aparatur serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Di sisi lain, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta juga mendorong agar proses pemeriksaan dilakukan secara cepat, transparan, dan tidak pandang bulu. Mereka menilai setiap bentuk dugaan pungutan liar oleh aparatur negara harus ditindak tegas karena mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Hingga kini, hasil pemeriksaan terhadap oknum yang bersangkutan belum diumumkan secara resmi. Satpol PP DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada siapa pun yang mengatasnamakan petugas, serta segera melaporkan apabila menemukan dugaan pungli atau penyalahgunaan kewenangan di lapangan.
(Ramdani)
![]()







