Toko Kosmetik di Penjaringan Diduga Jadi Tempat Peredaran Tramadol dan Obat Keras, Warga Minta Polisi Segera Bertindak

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara — Di balik etalase kosmetik dan produk perawatan tubuh yang tersusun rapi, sebuah toko kecil di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, diduga kuat menjadi tempat peredaran obat keras seperti tramadol dan sejumlah pil berbahaya lainnya. Temuan ini terungkap setelah warga sekitar melaporkan aktivitas mencurigakan yang intens terjadi di toko tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Tim melakukan penelusuran langsung ke lokasi pada Jumat (14/11/2025) pukul 15.40 WIB, sesuai data lokasi yang terekam. Foto lapak yang tampak seperti toko kosmetik biasa ternyata menyimpan berbagai kejanggalan. Warga menyebut transaksi ilegal dilakukan secara sembunyi-sembunyi, namun dengan pola yang sama setiap hari.

Pola Transaksi Tertutup, Pembeli Didominasi Remaja

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, toko tersebut bukan hanya menjual barang kosmetik. Ada “pelanggan khusus” yang datang tanpa melihat-lihat barang, langsung menuju ke dalam, lalu keluar dengan kantong kecil atau barang yang digenggam rapat.

“Kalau pelanggan biasa kan kelihatan pilih-pilih. Ini enggak. Mereka datang, bisik-bisik sebentar, lalu pergi cepat. Banyak anak-anak SMA atau remaja yang datang malam-malam. Itu yang bikin kami curiga,” ujar seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi.

Warga lainnya menambahkan bahwa transaksi mencurigakan sering terjadi pada jam-jam saat toko kosmetik umumnya sudah tutup.

“Kadang jam 10 malam masih ada yang datang. Lampu toko dimatikan setengah, tapi pintunya dibuka sedikit. Itu bukan jam toko kosmetik,” tambahnya.

Kode Khusus dan Sistem Pesanan

Dari penelusuran lapangan dan keterangan warga, diduga penjualan obat keras di toko ini menggunakan kode tertentu. Pembeli biasanya menyebutkan “barang kuat”, “pil tidur”, atau “obat pusing yang biasa”. Dengan sebutan-sebutan itu, pelaku kemudian mengambilkan bungkusan kecil dari balik etalase atau dari kotak penyimpanan di bagian belakang.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggota GEMMA Masih Mandek di Penyelidikan, Polisi Terkendala Saksi

Warga mengaku pernah melihat bungkusan kecil berwarna putih yang diberikan kepada pembeli, diduga berisi tramadol atau obat keras sejenisnya.

“Kami sering lihat ada bungkusan kecil warna putih atau plastik kecil. Barang itu tidak dipajang di etalase. Itu yang membuat kami semakin yakin,” kata seorang ketua RT setempat yang juga memantau situasi tersebut.

Toko Pernah Diperingatkan, Tapi Aktivitas Berlanjut

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa toko tersebut pernah mendapatkan teguran dari warga lantaran sering didatangi orang-orang dengan gelagat mencurigakan. Namun setelah itu, aktivitas diduga ilegal tersebut bukannya berhenti — justru semakin tertutup dan rapih.

“Setelah ditegur, mereka makin hati-hati. Tapi kegiatan mereka tetap jalan. Malah jam operasionalnya jadi lebih malam. Kami menduga jaringan pembelinya cukup banyak,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga Resah dan Takut Ada Korban

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Tramadol dan obat keras lainnya bisa memicu kecanduan, kelumpuhan saraf, hingga kematian jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter.

“Kami takut ada remaja yang jadi korban. Sekarang banyak anak muda yang kecanduan obat-obatan begituan. Jangan sampai wilayah kami jadi pusat peredarannya,” kata seorang ibu rumah tangga.

Desakan untuk Polisi dan Dinas Terkait: Tutup dan Usut Tuntas

Warga kini mendesak Polsek Metro Penjaringan, Polres Metro Jakarta Utara, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas.

“Kami meminta aparat kepolisian turun tangan. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi jaringan besar. Toko ini harus diperiksa, pemiliknya dipanggil, dan kalau terbukti menjual obat keras, ya harus ditutup dan diproses hukum,” tegas warga.

( Irpan Rusdiansyah )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB