Warga Geram, PT BOSS Kembali Beroperasi Setelah Ditutup Bupati Tangerang: Bau Kimia Menyengat Picu Gangguan Pernapasan

- Penulis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang — Warga Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali dibuat resah menyusul beroperasinya kembali PT Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS). Sebelumnya, pabrik ini sempat ditutup oleh Bupati Tangerang pada April 2025 akibat dugaan pencemaran lingkungan. Namun, sejak kembali beroperasi pada Sabtu (25/10/2025), pabrik tersebut kembali menimbulkan bau kimia menyengat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

PT BOSS yang berlokasi di Jalan Raya Serang Km 29,5, Desa Cangkudu, telah lama menjadi sumber keluhan masyarakat. Bau tajam yang diduga berasal dari proses produksi pabrik tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami pusing, mual, hingga batuk-batuk. Lokasi pabrik yang berdekatan dengan permukiman memperburuk dampak polusi udara yang dirasakan warga.

Kronologi Keresahan Warga

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Februari 2025: Ratusan warga Desa Cangkudu menggelar demonstrasi di depan PT BOSS menuntut penghentian aktivitas produksi akibat bau menyengat. Koordinator aksi, Romdoni, menyebut bau tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Maret 2025: Warga melaporkan PT BOSS ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang atas dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan dan kegiatan usaha tanpa izin.

April 2025: Bupati Tangerang Maesyal Rasyid turun langsung meninjau lokasi dan memerintahkan penutupan sementara operasional PT BOSS.

Baca Juga:  TNI AD Tegaskan Pengosongan Rumah di Eks Asrama Yon Zikon 15 Telah Melalui Tahapan Sosialisasi dan Peringatan

Mei 2025: Terungkap bahwa PT BOSS belum memiliki izin Amdal/persetujuan lingkungan serta persetujuan teknis dari DLHK Kabupaten Tangerang. Perusahaan juga diduga mengabaikan surat edaran DLHK Provinsi Banten terkait pengelolaan limbah tanpa izin resmi.

Oktober 2025: PT BOSS kembali beroperasi. Bau menyengat kembali dirasakan warga. Mereka kembali mengadu kepada Bupati Tangerang, yang kemudian memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk meninjau lokasi.

Dampak Kesehatan dan Tuntutan Warga

Polusi udara akibat bau kimia dari aktivitas PT BOSS diduga menyebabkan gangguan pernapasan pada warga sekitar. Sejumlah warga mengaku mengalami sesak napas dan gangguan kesehatan lainnya.

Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat polusi udara menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, dengan data WHO mencatat sekitar 7 juta kematian per tahun akibat paparan polusi udara.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait, khususnya DLHK, untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT BOSS. Mereka berharap ada solusi permanen agar pencemaran tidak terus berulang dan kesehatan warga dapat kembali terjaga.

Kami mohon pemerintah turun tangan dan hentikan aktivitas pabrik ini. Setiap hari kami harus mencium bau kimia yang bikin sesak,” ujar salah satu warga Cangkudu dengan nada geram.

( Tim AWII / Muhidin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB