Kasus Penembakan Timotius Rumpaidus Disorot DPRD Papua Barat Daya, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SORONG, Faktamerah.com – DPRD Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menyatakan akan menindaklanjuti kasus penembakan terhadap Timotius Rumpaidus yang disebut terjadi pada 28 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Papua Barat Daya, Zeth Kadakolo, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat DPRD PBD, Jumat (28/8/2026).

Dalam rapat tersebut, DPRD mendengarkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk Timotius Rumpaidus sebagai korban penembakan serta saksi yang hadir dalam forum.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zeth mengatakan DPRD memandang persoalan tersebut sebagai kasus serius dan berencana meminta keterangan dari pihak-pihak yang dinilai berkaitan dengan perkara tersebut.

“Terima kasih atas penjelasan dari semua pihak, baik keterangan sejumlah saksi maupun korban penembakan kepada kami DPR. Kasus penembakan ini kami anggap sebagai kasus yang sangat serius untuk kami sikapi,” kata Zeth dalam rapat.

Menurut Zeth, Komisi I DPRD PBD akan memanggil sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pihak TNI Angkatan Laut, Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), serta personel yang disebut terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami akan memanggil semua pihak, baik itu pemerintah provinsi, petinggi Angkatan Laut, Komandan POMAL, serta sejumlah prajurit yang mendatangi dan melakukan penembakan terhadap saudara Timotius Rumpaidus. Kami akan panggil dan meminta keterangan sehingga kasus ini diproses sesuai ketentuan hukum di Republik ini,” ujarnya.

Zeth juga meminta keluarga korban memberikan kesempatan kepada DPRD untuk menjalankan proses pendalaman kasus. Ia menyebut lembaganya akan mempertimbangkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk memanggil pihak-pihak terkait.

“Kami siap mendorong kasus ini diproses secara hukum dan transparan kepada publik,” kata Zeth.

Korban Sampaikan Versinya

Dalam RDP tersebut, Timotius Rumpaidus menyampaikan bantahan terhadap pernyataan yang sebelumnya dikaitkan dengan Komandan POMAL Sorong mengenai hubungan antara CV Prima Papua dan Kodaeral XIV Sorong.

Timotius mengatakan, sebelum dirinya bersama warga melakukan aksi demonstrasi terkait persoalan bahan bakar minyak jenis biosolar yang disebut ilegal serta persoalan AMDAL CV Prima Papua, ia mengaku dihubungi seseorang bernama Hanriyanto alias Anto untuk bertemu di kediamannya di Kilometer 14, Kota Sorong.

Baca Juga:  Dinilai Cacat Prosedur Alamsyah Associates Ajukan Permohonan Ke Pengadilan Tinggi Medan

Menurut Timotius, ketika tiba di lokasi tersebut, terdapat Asisten Operasi (Asops) Kodaeral XIV Sorong, Kolonel Laut (P) Himawan.

Timotius mengaku mendapat penjelasan bahwa Himawan sebelumnya dihubungi seseorang yang disebutnya sebagai pengurus CV Prima Papua bernama Tedi. Menurut keterangan Timotius, Tedi meminta bantuan untuk mengetahui tuntutan warga agar dapat disampaikan kepada pihak perusahaan.

“Saya cuma menyampaikan bahwa tuntutan warga ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan (Tony). Oknum kolonel mengatakan nanti disampaikan kepada bos kayu Tedi tentang tuntutan masyarakat. Seperti apa jawabannya, saya akan kabari ke Timo,” kata Timotius, mengutip percakapan yang menurut pengakuannya terjadi saat itu.

Timotius kemudian mempertanyakan pernyataan mengenai tidak adanya hubungan antara CV Prima Papua dan Kodaeral XIV Sorong. Ia menilai komunikasi yang menurut pengakuannya terjadi antara pihak perusahaan dan pejabat militer perlu dijelaskan secara terbuka.

Namun, seluruh keterangan tersebut merupakan pernyataan Timotius dalam forum RDP dan masih memerlukan klarifikasi serta verifikasi dari pihak-pihak yang disebut.

Klaim Mengenai Hubungan dengan CV Prima Papua

Timotius juga mengklaim pernah mengetahui adanya hubungan antara CV Prima Papua dan satuan TNI Angkatan Laut selama dirinya masih bertugas di institusi tersebut.

Ia menyebut CV Prima Papua disebut pernah menjadi pemasok bahan baku kayu untuk pembangunan di lingkungan satuan TNI Angkatan Laut.

“Saya mengetahui dengan persis tentang ada keterkaitan antara TNI Angkatan Laut dengan CV Prima Papua,” ujar Timotius.

Ia juga menyatakan masih terdapat sejumlah hal lain yang menurutnya perlu ditelusuri terkait dugaan hubungan tersebut.

Faktamerah.com menempatkan pernyataan tersebut sebagai keterangan dari pihak korban dan belum menyimpulkan adanya pelanggaran atau hubungan kerja sama sebagaimana yang dituduhkan. Pihak CV Prima Papua maupun Kodaeral XIV Sorong perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas pernyataan yang disampaikan dalam RDP tersebut.

DPRD Papua Barat Daya selanjutnya akan mendalami keterangan para pihak sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait kasus penembakan Timotius Rumpaidus.

(Kabiro Sorong)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB