Oknum Sopir Ekspedisi Diduga Gelapkan Barang Senilai Rp116 Juta, Polisi Tetapkan DPS

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkal Pinang, FaktaMerah.com – Sebuah kasus dugaan penggelapan barang melawan hukum kembali mencoreng dunia jasa pengiriman di Indonesia.Seorang oknum supir expedisi CV.Bangka Jakarta Express bernama PURWANTO (60th) resmi ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Saksi (DPS) oleh Pihak Kepolisian Satuan Reserse Kriminal Polresta Pangkal Pinang, setelah dilaporkan oleh pihak konsumen lantaran membawa kabur barang kiriman bernilai ratusan juta rupiah.

Kasus ini bermula ketika pihak konsumen melaporkan kehilangan barang kiriman rongsokan berupa plastik dan logam yang dititipkan kepada oknum sopir expedisi CV.Bangka Jakarta Express pada hari minggu tanggal 1 November 2024 saat itu supir menggunakan kendaraan dengan Nomor polisi B 9198 BIS, namun barang yang sampai ke tujuan hanya barang plastik yang dibongkar muat dan barang logam / besi tidak jelas keberadaannya sehingga pihak konsumen mengalami kerugian materil sebesar Rp.116.000.000,- (Seratus Enam Belas Juta Rupiah).

Atas kejadian tersebut Hermanto memberitahukan perbuatan Purwanto kepada Pihak dari Expedisi inisial AH, saat itu masih merespon baik dan beliau menyuruh sabar dan akan mencari oknum sopir tersebut, sehingga Pihak Konsumen Hermanto sambil menunggu kabar baik dan masih percaya menggunakan jasa expedisi CV.Bangka Jakarta Express dimana tanggal 10 November memuat kembali barang kiriman dari Hermanto, namun selesai transaksi muatan terakhir tersebut pihak CV.BJE tidak merespon sama sekali chat WhatsApp dari Hermanto, sehingga Hermanto melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pangkal Pinang dengan Nomor : LP/B/558/XII/2024/SPKT/POLRESTA PANGKAL PINANG/POLDA BANGKA BELITUNG tanggal 4 Desember 2024.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah dilakukan upaya pemanggilan, oknum supir tersebut diketahui menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.Oleh karena itu, polisi menetapkan oknum tersebut kedalam Daftar Pencarian Saksi (DPS) pada tanggal 28 April 2026 untuk mempermudah pelacakan.

Team Kuasa Hukum Hermanto dari Firma Hukum AL JAILANI & REKAN, Noven Saputera,S.H. meminta agar pihak dari CV.Bangka Jakarta Express untuk dapat ikut aktif membantu dalam memberitahukan informasi yang diperlukan terkait oknum supir tersebut karena berdasarkan SP2HP dari Polresta Pangkal Pinang sudah dilakukan pemanggilan terhadap Direktur CV.Bangka Jakarta Express namun mengatakan “tidak tahu baik keberadaan dan informasi lainnya” , dimana dugaan jika sebuah perusahaan mengaku tidak mengetahui identitas supir yang sudah bekerja hitungan tahunan itu merupakan sebuah kelalaian administratif yang fatal dan tidak bisa dijadikan alasan untuk lepas tangan dimana saat kejadian oknum sopir tersebut menggunakan kendaraan dimana milik perusahaan, Jumat (1/5/26).

Baca Juga:  Diduga Jadi Tempat Prostitusi Berkedok Spa, Groovy Hotel & Spa di Kelapa Gading Masih Beroperasi Meski Sudah Dua Kali Disambangi Dinas Pariwisata

Kami masih berharap Pihak CV.Bangka Jakarta Express dapat terbuka dan kooperatife untuk memberikan informasi yang diperlukan serta adanya upaya solusi atas kerugian Klien kami atas perbuatan yang dilakukan oknum supir tersebut, agar kami tidak berprasangka lebih luas adanya dugaan keikutsertaan oknum-oknum lain di dalamnya.

“Jika Pihak dari CV.Bangka Jakarta Express tidak bisa kooperatife membantu memberikan informasi yang diperlukan pihak kepolisian atas laporan Klien kami untuk proses penyelidikan maka kami team kuasa hukum Hermanto akan melakukan upaya lanjutan dimana kami akan melakukan permohonan resmi terkait dokumentasi kendaraan dengan meminta GPS ( Vehicle Management System ) kendaraan tersebut pada saat kejadian, berdasarkan SOP Perusahaan yang baik biasanya dilengkapi GPS, sehingga rute dan lokasi pemberhentian bisa dilacak”., Ujar Noven.

Karena pada dasar hukumnya perusahaan dapat dikatakan Vecarious Liability dan Strict Liability atau tanggung jawab atas kelalaian atau tindak pidana yang dilakukan oleh supir yang menggunakan kendaraan perusahaan dalam melakukan perbuatannya,dimana fakta jika supir menggunakan kendaraan perusahaan adalah bukti kuat hubungan kerja/keagenan, maka tidak peduli apa dalil perusahaan.

Kami akan terus melakukan upaya membela dimana merupakan Hak Klien kami atas kerugian yang dialami agar merasakan bahwa hukum di Negara Indonesia ini ada sebagaimana mestinya sehingga jika dipandang perlu, kami akan melakukan upaya-upaya hukum lain, baik melaporkan ke BPSK atas dugaan telah melanggar UU Perlindungan Konsumen sampai kepada Gugatan Perdata dimana adanya dugaan perbuatan melawan hukum Pasal 1365 & 1367 KUHPerdata dimana Perusahaan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh karyawannya yang sedang bertugas, termasuk penggunaan kendaraan perusahaan sampai kepada keterbukaan informasi publik.

 

Loading

Penulis : Redaksi tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Jual Obat Keras Tanpa Resep di KB 200 Kalideres, APH Diminta Segera Bertindak
Dugaan Perampokan di Teluknaga Berujung Laporan Polisi, Kronologi Masih Didalami
Keributan Dini Hari di Pasar Ciawitali, Empat Pemuda Diamankan Polisi
Polres Cilegon Matangkan Pengamanan Aksi KMBP, Pastikan Aspirasi Berjalan Aman dan Lalu Lintas Tetap Lancar
Polisi Ungkap Dugaan Perdagangan Ilegal Benih Lobster di Garut, Tiga Orang Diamankan
Dugaan Aktivitas Open BO di Rajeg Resahkan Warga, Aparat Diminta Lakukan Verifikasi
Polda Banten Telusuri Informasi Viral Dugaan Penculikan Anak di Pontang
Polda Banten Bongkar 6 Lokasi Tambang Ilegal, 7 Tersangka Ditahan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Diduga Jual Obat Keras Tanpa Resep di KB 200 Kalideres, APH Diminta Segera Bertindak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Dugaan Perampokan di Teluknaga Berujung Laporan Polisi, Kronologi Masih Didalami

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Keributan Dini Hari di Pasar Ciawitali, Empat Pemuda Diamankan Polisi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Polres Cilegon Matangkan Pengamanan Aksi KMBP, Pastikan Aspirasi Berjalan Aman dan Lalu Lintas Tetap Lancar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Perdagangan Ilegal Benih Lobster di Garut, Tiga Orang Diamankan

Berita Terbaru