Polda Banten Gagalkan “Penyelundupan” Sepeda Motor Tanpa Dokumen di Merak

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAKTAMERAH.COM, Kota Cilegon, Banten – Upaya penyelundupan 16 sepeda motor tanpa dokumen melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon berhasil digagalkan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, sekaligus mengamankan 6 tersangka pelaku.

Motor-motor diangkut dari Curug Bitung dan Tanah Tinggi, Kabupaten Tangerang yang diduga hasil tindak kejahatan tersebut rencananya akan dikirim ke wilayah Jambi dan Sumatera Utara.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya pengiriman kendaraan tanpa kelengkapan surat-surat resmi melalui jalur penyeberangan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi.
Pada Senin, 19 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, petugas menemukan sebuah bus PO ALS dengan nomor polisi BK 7254 UA yang tengah berada di loket penjualan tiket di Jalan Pelabuhan Merak No. 4, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Bus tersebut kemudian diperiksa secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati 16 unit sepeda motor berbagai jenis dan merek yang tidak dilengkapi dokumen kepemilikan yang sah. Kendaraan tersebut diduga akan diselundupkan ke luar Pulau Jawa untuk diperjualbelikan.

Informasi Masyarakat

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja cepat tim di lapangan setelah menerima informasi awal dari masyarakat.

“Kami menerima informasi adanya pengiriman sepeda motor tanpa dokumen. Tim Subdit III Jatanras segera bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan kendaraan beserta para pelaku,” ujar Dian Setyawan Sabtu 14 Februari 2026.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari dua sopir, dua kondektur, satu mediator dan satu orang yang berperan sebagai penjual motor.

Keenam tersangka masing-masing berinisial IP (41) dan AP (36) yang berprofesi sebagai sopir, SA (48) dan AS (42) sebagai kondektur, serta RA (48) sebagai mediator dan SM (42) sebagai penjual. RA dan SM diamankan di rumahnya masing-masing di wilayah Tangerang.

Baca Juga:  Patroli Jaga Jakarta, Polsek Neglasari Intensifkan Razia dan Patroli Mobile Antisipasi Kejahatan Jalanan

“Peran masing-masing tersangka berbeda-beda. Ada yang bertugas mengangkut, mengatur pengiriman, hingga menjual kendaraan tersebut. Semuanya kini sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Dian.

Seluruh tersangka berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Banten guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mendalami jaringan dan asal-usul kendaraan tersebut.

Selain itu, petugas turut melakukan penyitaan terhadap 16 unit sepeda motor sebagai barang bukti dalam perkara ini. Polisi masih terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan pencurian kendaraan bermotor lintas daerah.

“Kami akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap dari mana kendaraan ini berasal dan kepada siapa saja akan dikirimkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait kendaraan tanpa dokumen,” tutup alumnus Akpol 2001.

Rincian Barang Bukti

Barang bukti yang disita sebagai berikut:

Dari Tersangka (AP)

– 1 unit Mobil Bus Mercedes Benz

Tersangka (IP)

– 1 buah HP Vivo-Y16

– 1 buah HP Samsung FM

Tersangka (SA)

– 1 unit kendaraaan APV

Sejumlah kendaraan diketahui masih berstatus pembiayaan dari beberapa perusahaan pembiayaan, dengan rincian :

Adira Finance

– 1 unit Kendaraan Honda Vario

Muf Finance

– 1 unit Kendaraan Honda CBR

Buf Finance

– 1 unit Kendaraan Honda Beat

Fif Finance

– 2 unit Kendaraan Honda Beat

Belum Ada Finance / Debitur

– 7 unit Honda Beat

– 2 unit Honda Scoopy

– 1 unit Honda Vario

– 1 unit Yamaha NMAX

– 1 lembar STNK Honda Scoopy saja (tanpa unit kendaraan).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemberitaan Kasus Rehabilitasi Dipersoalkan, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Beri Klarifikasi
Polsek Tambora Kembalikan Enam Motor Hasil Pengungkapan Kasus kepada Pemilik Sah
Polisi Ungkap Dugaan Motif Pembunuhan Mutilasi di Depok, Harta Korban Diduga Jadi Sasaran
Terlacak Rekaman CCTV, Terduga Pencuri Motor Inventaris Bengkel Dibekuk Polisi di Pandeglang
Ditres Siber Polda Jabar Amankan Dua Tersangka Dugaan Penyebaran Konten Provokatif di Threads
Terungkap dari Ruang Terkunci, Polisi Selidiki Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Polres Subang Ungkap 21 Kasus Narkoba, 26 Tersangka Diamankan dan Ribuan Obat Tanpa Izin Disita
Polsek Cisoka Ungkap Dugaan Peredaran Obat Keras di Cikasungka, Ratusan Butir Hexymer dan Tramadol Disita
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pemberitaan Kasus Rehabilitasi Dipersoalkan, Satresnarkoba Polres Cimahi dan Yayasan Ultra Beri Klarifikasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Polsek Tambora Kembalikan Enam Motor Hasil Pengungkapan Kasus kepada Pemilik Sah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Motif Pembunuhan Mutilasi di Depok, Harta Korban Diduga Jadi Sasaran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:13 WIB

Terlacak Rekaman CCTV, Terduga Pencuri Motor Inventaris Bengkel Dibekuk Polisi di Pandeglang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Ditres Siber Polda Jabar Amankan Dua Tersangka Dugaan Penyebaran Konten Provokatif di Threads

Berita Terbaru