Peredaran Obat Keras Diduga Marak di Kebagusan, Warga Minta Aparat Bergerak Cepat

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Selatan, FaktaMerah.com – Dugaan praktik penjualan obat keras golongan G secara bebas kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, aktivitas tersebut diduga terjadi di sebuah warung kontainer berwarna biru yang berada di kawasan Jalan Kebagusan Raya, RT 01/RW 07, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, warung tersebut diduga telah beroperasi cukup lama dan disebut melayani penjualan obat keras tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Obat-obatan yang diduga diperjualbelikan antara lain Tramadol, Excimer serta beberapa jenis obat keras lainnya yang seharusnya hanya dapat diperoleh menggunakan resep dokter di apotek resmi.

Pantauan di lokasi menunjukkan warung tersebut masih beraktivitas dengan lalu lalang pembeli yang datang silih berganti. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena diduga obat-obatan tersebut dapat diakses secara bebas tanpa adanya pemeriksaan resep maupun pengawasan tenaga kefarmasian.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku resah dengan keberadaan warung tersebut.

“Sudah cukup lama beroperasi. Hampir setiap hari ada pembeli yang datang. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, anak-anak muda semakin mudah mendapatkan obat keras,” ujarnya.

Baca Juga:  Aduan Warga Membanjir, Peredaran Obat Golongan G Ancam Generasi Muda Rajeg

Warga menilai dugaan peredaran obat keras secara bebas berpotensi memicu penyalahgunaan di kalangan remaja. Selain menyebabkan ketergantungan, penggunaan obat keras tanpa pengawasan medis juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius hingga mengancam keselamatan penggunanya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan BPOM, segera melakukan inspeksi serta penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum di lokasi tersebut. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah meluasnya dugaan peredaran obat keras ilegal yang dapat membahayakan masyarakat.

Perlu diketahui, obat keras golongan G merupakan obat yang hanya boleh diperoleh dengan resep dokter dan penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga medis. Penjualan obat keras tanpa izin maupun tanpa resep dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus-kasus serupa di wilayah Jakarta sebelumnya juga telah ditindak aparat setelah adanya laporan masyarakat, sehingga pelibatan warga dalam memberikan informasi dinilai penting untuk mendukung upaya pemberantasan peredaran obat keras ilegal.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB