Warga RW 09 dan RW 12 Setiakawan Duri Pulo Bentangkan Spanduk Protes, Ganti Rugi Tol Semanan–Sunter Dinilai Jauh di Bawah Pasaran

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT | FAKTAMERAH.COM — Penolakan keras kembali disuarakan warga RW 09 dan RW 12 Setiakawan, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, terkait penghitungan nilai ganti rugi proyek pembangunan Jalan Tol Semanan–Sunter. Warga menilai nilai kompensasi yang ditetapkan tidak manusiawi, tidak transparan, dan jauh di bawah harga pasar kawasan pusat kota Jakarta.
Sebagai bentuk perlawanan terbuka, warga dari dua RW tersebut membentangkan spanduk protes yang dibuat secara swadaya di lingkungan permukiman mereka. Spanduk-spanduk bernada keras itu menuntut keadilan serta penghitungan ulang nilai tanah dan bangunan yang terdampak proyek strategis nasional tersebut.
Tokoh warga RW 09 Setiakawan, Jajang, menegaskan bahwa proses penilaian ganti rugi dilakukan secara sepihak dan mengabaikan fakta kondisi riil di lapangan. Warga merasa tidak pernah diajak bermusyawarah secara adil sebelum angka ganti rugi ditetapkan.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi kami menolak diperlakukan sewenang-wenang. Nilai yang ditawarkan sangat tidak masuk akal dan jelas jauh di bawah harga pasar. Ini rumah dan sumber kehidupan kami, bukan objek murah yang bisa dihitung seenaknya,” tegas Jajang kepada wartawan.
Menurutnya, kawasan RW 09 dan RW 12 Setiakawan berada di wilayah strategis Jakarta Pusat, dengan nilai tanah yang tinggi. Karena itu, warga mempertanyakan dasar perhitungan yang digunakan dalam penetapan ganti rugi yang dinilai tidak mencerminkan harga pasar sesungguhnya.
“Kalau pemerintah ingin proyek ini berjalan lancar, jangan korbankan rakyat kecil. Kedepankan dialog, keterbukaan, dan keadilan. Jangan sampai proyek atas nama kepentingan umum justru menyengsarakan warga yang sudah puluhan tahun tinggal di sini,” tambahnya.
Warga juga mengingatkan bahwa persoalan ganti rugi ini berpotensi memicu masalah sosial serius. Banyak keluarga terdampak mengaku kebingungan mencari tempat tinggal pengganti di Jakarta dengan nilai kompensasi yang dinilai tidak cukup bahkan untuk membeli rumah sederhana.
Hingga kini, warga RW 09 dan RW 12 Setiakawan menyatakan akan terus melakukan aksi protes damai serta menyuarakan tuntutan mereka kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan pihak pelaksana proyek Tol Semanan–Sunter, sampai dilakukan penghitungan ulang yang adil, terbuka, dan berpihak pada hak-hak warga terdampak.

Baca Juga:  Pimpinan Redaksi FAKTAMERAH.COM Datangi KJPP FAST Jakarta, Terkait Penolakan Warga Duri Pulo atas Nilai Ganti Rugi Tol

( Tim AWII/Redaksi )

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD
Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh
Aliansi Peduli Banten Soroti Transparansi Proyek Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka Rp12,1 Miliar
Proyek Jembatan Diduga untuk Akses Pabrik, Warga Kampung Rawa Bamban Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Pemkab Lebak Bangun Jalan Warunghaseum–Cibogo, Proyek Rp670,7 Juta Ditargetkan Rampung September
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:26 WIB

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 01:35 WIB

GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh

Berita Terbaru