Empat Pelaku Pembunuhan Tapir Ditangkap, BKSDA: Satwa Masih Hidup Alami di Kawasan Mesuji

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, FaktaMerah.com – Aparat penegak hukum berhasil mengamankan empat dari enam orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seekor tapir yang sempat viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung, dan kini masih dalam proses penyelidikan untuk memburu dua pelaku lainnya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menegaskan bahwa kemunculan tapir di wilayah Mesuji bukan merupakan fenomena satwa yang keluar dari habitatnya. Kawasan Register 45 beserta sejumlah area di sekitarnya hingga Kabupaten Tulang Bawang masih menjadi habitat alami bagi satwa langka tersebut.

Kanit Polisi Kehutanan BKSDA Bengkulu-Lampung, M. Husen, menjelaskan bahwa masyarakat setempat telah lama mengenal tapir dengan sebutan “tenuk”. Menurutnya, warga di sekitar kawasan hutan masih cukup sering menjumpai satwa tersebut karena memang hidup secara alami di wilayah tersebut.

“Keberadaan tapir di Mesuji merupakan hal yang wajar karena kawasan itu masih menjadi habitat alaminya. Satwa tersebut kemungkinan berasal dari Register 45 maupun kawasan APL di sekitarnya,” ujarnya.

BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan perburuan maupun tindakan yang mengancam kelestarian satwa liar yang dilindungi. Peran aktif masyarakat juga diharapkan dalam melaporkan keberadaan satwa liar kepada petugas agar dapat ditangani secara tepat tanpa membahayakan manusia maupun satwa.

Sementara itu, aparat kepolisian terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan tapir tersebut. Penegakan hukum diharapkan menjadi efek jera sekaligus bentuk perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi di Indonesia.

(Sopi Irawan)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB