Darurat Obat Keras Ilegal di Tangsel: Jaringan Diduga Terstruktur, Aparat Diminta Bergerak Cepat

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, FAKTAMERAH.COM – Peredaran obat keras daftar G di wilayah Pamulang dan Pondok Cabe diduga tidak lagi bersifat sporadis. Dari hasil penelusuran lapangan, praktik ini terindikasi berjalan sistematis, rapi, dan terbuka di lokasi permanen yang menyaru sebagai toko sembako dan kosmetik.

Dua titik yang disebut warga menjadi lokasi transaksi berada di Jalan Tarakan, Pondok Benda, serta Jalan Raya Pondok Cabe Hilir No. 7B. Di tempat tersebut, obat keras seperti Tramadol dan Hexymer diduga diperjualbelikan tanpa resep dokter.

Warga menyebut aktivitas transaksi berlangsung hampir setiap hari, menyasar kalangan remaja dan usia produktif.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Jaringan dan Aktor Pengendali

Penelusuran di lapangan memunculkan sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki peran dalam distribusi. Seorang pria yang dikenal sebagai Jon diduga bertugas melayani transaksi di tingkat toko.

Sementara itu, nama Muklis dan Raja mencuat dari keterangan beberapa sumber sebagai pihak yang diduga berperan dalam pengelolaan dan koordinasi distribusi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi langsung dari pihak-pihak tersebut.

Jika dugaan ini benar, pola yang terbentuk mengarah pada jaringan distribusi terorganisir, bukan sekadar pelanggaran eceran.

Baca Juga:  Tawuran Maut di Papanggo, Warga Tewas Dibacok; Dua Remaja Jadi Tersangka

Ujian Bagi Penegakan Hukum

Maraknya dugaan praktik ini memunculkan pertanyaan publik terhadap pengawasan di wilayah hukum Polsek Pamulang dan Polres Tangerang Selatan.

Publik juga menanti langkah konkret dari Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan aktor pengendali di balik distribusi.

Selain itu, peran Badan Pengawas Obat dan Makanan dinilai krusial dalam melakukan inspeksi mendadak serta uji sampling di lapangan.

“Kalau memang ada pelanggaran, jangan berhenti di penjaga toko. Telusuri sampai ke pemasok dan pengendali,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ancaman Pidana Berat

Peredaran obat keras tanpa izin dan tanpa resep dokter bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur sanksi pidana bagi pihak yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tanpa memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

Jika terbukti, pelaku dapat dijerat pidana penjara dan denda sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Momentum Pembuktian

Kasus ini menjadi momentum pembuktian bagi aparat penegak hukum: apakah dugaan peredaran obat keras ilegal di Tangerang Selatan akan ditindak tegas hingga ke akar, atau berhenti pada pelaku lapangan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB