PETISI AHLI Sesalkan Dugaan Kedatangan Sejumlah Oknum TNI ke Polda Metro Jaya, Desak Penegakan Hukum Bebas Intervensi

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, FaktaMerah.com – Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (PETISI AHLI) menyampaikan keprihatinan atas informasi mengenai dugaan kedatangan sejumlah oknum anggota TNI ke Markas Polda Metro Jaya pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima PETISI AHLI, rombongan tersebut diduga dipimpin oleh tiga pejabat dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Organisasi tersebut menilai, apabila informasi tersebut benar, maka seluruh aparat penegak hukum harus menjaga independensi proses penegakan hukum dan menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi menimbulkan persepsi adanya intervensi terhadap proses penyidikan.

Presiden PETISI AHLI, Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, S.H., M.H., menegaskan bahwa penegakan hukum di Indonesia harus berjalan secara profesional, transparan, independen, dan bebas dari tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Negara hukum menghendaki setiap proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, independen, dan bebas dari tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun. Kepercayaan publik hanya dapat dijaga apabila seluruh institusi menghormati kewenangan masing-masing sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan,” ujar Pitra.

PETISI AHLI juga meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan kepada publik apabila benar terjadi peristiwa tersebut, guna mencegah berkembangnya spekulasi yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Baca Juga:  389 Personel Gabungan Amankan Konser Akbar di Monas, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Situasional

Selain itu, organisasi tersebut mengimbau seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap siapa pun yang sedang menjalani proses hukum. Menurut PETISI AHLI, setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku tanpa adanya tekanan, intimidasi, maupun campur tangan dari pihak mana pun.

Dalam pernyataannya, PETISI AHLI juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah sesuai kewenangannya apabila dugaan tersebut terbukti. Organisasi itu meminta agar Presiden memerintahkan Panglima TNI menarik seluruh personel yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi intervensi, demi menjamin proses pengungkapan dugaan kasus korupsi batu bara yang disebut berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatera dapat berjalan secara independen dan transparan.

Pernyataan ini disampaikan PETISI AHLI sebagai bentuk dorongan agar seluruh institusi negara tetap menghormati kewenangan masing-masing serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.

Salam,
Pitra Romadoni Nasution
(Presiden Petisi Ahli)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praperadilan Ida di PN Depok Masuki Babak Akhir, Kuasa Hukum Soroti Bukti Penetapan Tersangka
Ketua LSM KPK PBD Soroti Dugaan Sengketa Tanah Adat di Proyek Dermaga Folley Senilai Rp186 Miliar
PJS Papua Barat Daya Desak KPK Cermati Dugaan Kejanggalan Pengurusan Dana Pensiun PNS di Sorong
Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Praperadilan Ida di PN Depok Masuki Babak Akhir, Kuasa Hukum Soroti Bukti Penetapan Tersangka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Ketua LSM KPK PBD Soroti Dugaan Sengketa Tanah Adat di Proyek Dermaga Folley Senilai Rp186 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:18 WIB

PJS Papua Barat Daya Desak KPK Cermati Dugaan Kejanggalan Pengurusan Dana Pensiun PNS di Sorong

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru